Translete This Blog :

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 19 Mei 2011

ORGANISASI DAKWAH INTERNASIONAL

 ORGANISASI DAKWAH INTERNASIONAL
Rabithah Alam Islami
DAN RESPONNYA TERHADA GLOBALISASI
Oleh : TB. Mukhtashar Jiddan



RABITHAH ALAM ISLAMI

A.        Sejarah Singkat Berdirinya dan Tujuan
Rabithah Alam Islami adalah organisasi Islam Internasional yang berdiri di Makkah pada Bulan Dzulhijjah Tahun 1381 H / Mei 1962 M. Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) mengelompokanya sebagai organisasi non pemerintah dan termasuk anggota Unesco serta anggota pengamat OKI ( Organisasi Konfrensi Islam ).
Yang melatarbelakangi berdirinya Rabithah Alam Islami ialah dalam rangka menghadapi tantangan - tantangan yang dapat mencerai-beraikan umat islam, maka para pemimpin, uiama dan pemikir islam sesudah selesai melaksanakan ibadah haji berkumpul di Makkah dalam acara Muktamar pada tanggal 14 Dzulhijahl381 H. Mereka bersepakat untuk mendirikan organisasi dunia islam yang kemudian dinamakan dengan Rabithah Alam Islami yang bermarkas di Makkah.[1]
Rabithah Alam Islami yang dalam fungsinya untuk menyatukan Umat Islam, diantara tujuan-tujuannya ialah :
1.   Menyampaikan dakwah dan ajaran islam
2.   mengantisipasi pemikiran-pemikiran yang sesat.
3.   Menyatukan umat islam
4.   Membela dan memecahkaan masalah -masalah umat islam.

Untuk menggapai tujuan tersebut Rabithah Alam Islami menempuh cara-cara sebagai berikut :
1.   Menerapkan syariat islam
2.   Menjadikan prinsif musyawarah dalam setiap mencapai mufakat
3.   Memanfaatkan kesempatan haji sebagai wahana penerangan
4.   Mengadakan seminar -seminar di musim haji.
5.   Mendukung dan menggerakan para da'l di dunia.
6.   Membagi - bagikan Al-qur'an, buku dan majalah islam dalam berbagai bahasa.
7.   Mengirim delegasi keseluruh dunia islam.
8.   Mendukung seluruh organisasi dan lembaga islam
9.   Membantu menangani pendidikan islam.

B.        Respon Rabhitah Alam Islami Terhadap Globalisasi.
Diantara respon-respon Organisasi Islam Internasional ( Rabhitah Alam Islam! ) ialah sebagai berikut:
1.         Mengadakan Konprensi Untuk Membahas “Tentang Ahmadiyah”
Para ulama yang tergabung di Liga Muslim Dunia (Rabithah 'Alam Islami) melangsungkan konferensi tahunannya di Makkah Al-Mukarramah Saudi Arabia dari tanggal 14 s.d. 18 Rabiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) yang diikuti oleh 140 delegasi negara-negara Muslim dan organisasi Muslim dari seluruh dunia. Dari Deklarasi Liga Muslim Dunia (Rabithah Alam Islami) Tahun 1974 tersebut menghasilkan fatwa :
Qadianiyah atau Ahmadiyah : adalah sebuah gerakan bawah tanah yang melawan Islam dan Muslim dunia, dengan penuh kepalsuan dan kebohongan mengaku sebagai sebuah aliran Islam; yang berkedok sebagai Islam dan untuk kepentingan keduniaan berusaha menarik perhatian dan merencanakan untuk merusak fondamen Islam. Penyimpangan-penyimpangan nyata dari prinsip-prinsip dasar Islam adalah sebagai berikut:
1.         Pendirinya mengaku dirinya sebagai nabi.
2.         Mereka dengan sengaja menyimpangkan pengertian ayat-ayat suci Al-Qur 'an.
3.         Mereka menyatakan bahwa jihad telah dihapus.
Qadianiyah semula dibantu perkembangannya oleh imperialisme Inggris. Oleh sebab itu, Qadiani telah tumbuh dengan subur di bawah bendera Inggris. Gerakan ini telah sepenuhnya berkhianat dan berbohong dalam berhubungan dengan ummat Islam. Agaknya, mereka setia kepada Imperialisme dan Zionisme. Mereka telah begitu dalam menjalin hubungan dan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam dan menyebarkan ajaran khususnya melalui metode-metode jahat berikut ini:

1.         Membangun mesjid dengan bantuan dari kekuatan anil Islam di rnana pemikiran- pemikiran Qadiani yang menyesatkan ditanamkan kepada orang.
2.         Membuka sekolah-sekolah, lembaga pendidikan dan panti asuhan di mana didalamnya orang diajarkan dan dilatih untuk bagaimana agar mereka dapat lebih menjadi anti-Islam dalam setiap kegiatan-kegiatan mereka.
3.         Mereka juga menerbitkan versi al-Qur'an yang merusak dalam berbagai macam bahasa lokal dan internasional.

Untuk   menanggulangi   keadaan   bahaya   ini,   Konferensi   Liga   Muslim   Dunia   telah merekomendasikan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
I.          Seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia harus tetap mewaspadai setiap kegiatan-kegiatan orang-orang Ahmadiyah di masing-masing negara dan membatasi sekolah-sekolah dan panti-panti asuhan mereka. Selain itu, kepada seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia, harus dapat menunjukkan kepada setiap Muslim di seluruh dunia tentang gambaran asli orang Qadiani dan memberikan laporan/data tentang berbagai macam taktik mereka sehingga kaurn Muslim di seluruh dunia terlindung dari rencana-rencana mereka.
2.         Mereka harus dianggap sebagai golongan Non-Muslim dan keluar dari Islam dan juga dilarang keras untuk memasuki Tanah Suci.
3.         Tidak berurusan dengan orang-orang Ahmadiyah Qadiani, dan memutuskan hubungan sosial, ekonomi, dan budaya. Tidak melakukan pernikahan dengan mereka, serta mereka tidak diizinkan untuk dikubur di pemakaman Muslim serta diperlakukan seperti layaknya orang-orang non-Muslim yang lainnya.
4.         Seluruh negara-negara Muslim di dunia harus mengadakan pelarangan keras terhadap aktivitas para pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Dan harus menganggap mereka sebagai minoritas non Muslim dan melarang mereka untuk jabatan yang sensitif dalam negara.
5.         Menyiarkan semua penyelewengan Ahmadiyah yang mereka lakukan terhadap Kitab Suci Al-Qur'an disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al-Qur'an yang dibuat oleh Ahmadiyah dan memperingatkan umat Islam mengenai karya-karya tulis mereka.
6.         Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan sama seperti ahmadiyah.
II.        Rabithah Alam Islami Protes Televisi Israel
Sekjen Rabithah Alam Islam! (Liga Muslim Sedunia) Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turki tnengecam keras penayangan Televisi Channel 10 Israel yang akhir-akhir ini dalam siaran-siarannya selalu menyudutkan Nabi Muhammad SAW serta nabi-nabi yang lain.
Hal tersebut sama dengan melukai hati 1,5 milyar umat Islam sedunia. Sebelum penghinaan dan penyudutan Nabi Muhammad, televisi Israel itu juga menyudutkan Nabi Isa bin Maryam serta nabi-nabi lainnya yang dihormati dalam Islam. “Penayangan itu akan menimbulkan ketersinggungan dan kebencian”. Menghina para nabi yang lain juga sama dengan melukai hati umat Islam, demikian kata at-Turki.
Yang terjadi di Palestina selama ini bukan pertikaian antara HAMAS dengan Fatah, melainkan antara HAMAS dengan sekelompok orang yang memang berada di dalam kelompok Fatah, yang mana mereka rela dibayar oleh Zionis-Israel untuk memerangi rakyat Palestina sendiri. Hal ini dikemukakan Dr. Nawwaf Takruri, saat melakukan silaturahim di kantor Eramuslim di Jakarta.
Nawaf Takruri adalah Doktor Syari'ah kelahiran Thaluzah-Nablus pada tahun 1965 ini merupakan salah seorang intelektual muda HAMAS yang produktif dalam menulis sejumlah buku. Di antaranya adalah 'Aksi Bom Syahid Menurut Pandangan Fiqh', 'Persoalan-Persoalan Hubungan Ekonomi antara Negara-Negara Islam', 'Hiikum Menjalin Hubungan Politik dengan Yahudi di Palestina', dan yang baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah 'Dahsyatnya Jihad Harta' di mana Kepala Kantor Utusan Politik HAMAS, Khalid Misyaal, memberi kata sambutannya.
Tahun 1992 Dr. Nawwaf pernah diasingkan bersama sejumlah Ikhwan lainnya, termasuk (aim) Dr. Abdul Aziz Ar-Rantisi, ke Marj al-Zuhur, Mereka terusir dari tanah airnya sendiri dan hingga kini tidak bisa kembali. Dalam pertemuan dengan kru eramuslim, Dr. Nawwaf yang memakai stelan jas hitam dengan penuh keakraban banyak memaparkan kondisi terkini rakyat Palestina seperti masalah konfiik internal rakyat Palestina (antara kelompok HAMAS dengan Fatah), masalah riil yang ada. tentang konferensi Annapolis dan konferensi Damaskus. kerjasama antara HAMAS dengan Hizbullah Lebanon, hingga sikap rakyat Palestina terhadap jihad melawan Zionis-Israel.
Tentang konfiik antara HAMAS dengan Fatah, Doktor yang aktif sebagai Ketua Rabithah ‘Alam Islam! Palestina di Suriah ini menggambarkan dengan sebuah ilustrasi yang menarik. “HAMAS merupakan pemenang pemilu tahun kemarin dengan lebih dari 60% suara dan berhasil mengantarkan kadernya sebagai Perdana Menteri Palestina yang sah, Yakni Ismail Haniyah. Fatah dengan sekitar 26% suara berhasil mengantarkan kadernya, Mahmud Abbas, duduk sebagai Presiden Palestina yang sah. Ini merupakan satu pemerintahan Palestina yang legal, “ujarnya. Hanya saja, tatnbahnya, dalam menghadapi penjajah Israel antara HAMAS dengan sekelompok elit di Fatah terdapat perbedaan cara pandang. “Kami ibaratkan HAMAS tengah bertarung melawan Zinois-Israel di dalam ring tinju. Dengan berbagai strategi, taktik, dan kekuatan yang ada pada kami, kami berusaha memenangkan pertarungan ini. Namun di saat kami bertarung, ada saudara kami yang terus-terusan mengganggu kami. Sekali dua kali kami mengatakan padanya dengan baik bahwa janganlah mengganggu pertarungan kami ini sebelum kemenangan dicapai. “Namun saudara kami itu tidak juga diam, ia malah terus mengganggu pertarungan kami ini dengan kian gencar, malah dengan bahasa kekerasan, maka tidak ada jalan lain bagi kami untuk menegurnya dengan bahasa yang sama pula. Saudara kami itulah sekelompok elit dari Fatah, yang seharusnya membantu kami memenangkan pertarungan melawan Zionis-Israel, tapi malah banyak merongrong kami. “Sejumlah pertikaian yang terjadi kemarin merupakan upaya kami dalam rangka mengingatkan mereka agar kembali ke jalan yang benar, ke jalan yang diinginkan seluruh rakyat Palestina, yakni membebaskan Tanah Palestina dari penjajah Zionis-Israel”, tegas Nawwaf.
Terkait dengan Konferensi Annapolis yang akan disponsori Amerika dan diikuti Mahmud Abbas dan Zionis-Israel, dan hubungannya dengan konferensi tandingan yang diselenggarakan oleh HAMAS dan faksi-faksi perjuangan rakyat Palestina di Damaskus Suriah, Doktor Nawwaf mengatakan, Konferensi Annapolis bukan konferensi yang didukung oleh rakyat Palestina. Banyak rakyat Palestina memboikot konferensi tersebut, termasuk faksi-faksi bersenjata yang sesungguhnya berada di bawah Fatah seperti Jihad Islam. Itu merupakan Konferensi Bush, yang tentunya sarat dengan kepentingan Zionis” Sebab itu, HAMAS menggagas konferensi tandingan yang insya Allah akan diselenggarakan di Damaskus, Suriah, yang melibatkan seluruh faksi-faksi bersenjata perjuangan rakyat Palestina yang satu sikap dalam menghadapi Zionis-Israel, yakni membebaskan seluruh Tanah Palestina dari penjajahan Zionis-Israel. “Rakyat Palestina sebenarnya satu suara menghadapai Israel, yakni mereka harus segera keluar dari tanah kami. Sedangkan orang-orang seperti Muhammad Dahlan, Mahmud Abbas, dan sebagainya, mereka merupakan orang-orang upahan Israel yang bekerja demi uangnya Zionis. Ini tentu sangat kami sayangkan”,  tegas Nawwaf.
Menyinggung kerjasama antara HAMAS dengan Hizbullah, Dr. Nawwaf menyatakan bahwa HAMAS melakukan kerjasama dengan siapa pun yang memiliki kesamaan pandangan soal masalah Palestina, yakni Tanah Palestina merupakan hak milik sah bangsa Palestina, dan Zionis-Israel wajib angkat kaki dari seluruh tanah yang didudukinya. “Ini prinsip, harga mati, dari kami. Karena persoalan ini menyangkut akidah Islam yang tidak bisa ditawar-tawar dengan apa pun”, tandasnya.
Doktor Nawwaf yang didampingi Ketua Komite Solidaritas Islam untuk Palestina (KISPA) Ust. Ferry Noor, Ust. Dzikrullah (Hidayatullah), Nuim Hidayat (GIP), dan beberapa rekar. lainnya juga menyampaikan salam persatuan dan salam jihad kepada seluruh saudara-saudara umat Islam Indonesia.
Masalah Palestina merupakan tanggungjawab seluruh umat Islam dunia. Sebab itu, kita wajib berkontribusi di dalam mengusir penjajah Israel dari Bumi Palestina. Umat Islam yang berada di Palestina melakukannya dengan jihad qital atau peperangan, dan umat Islam di belahan bumi lainnya bisa melakukan jihad harta termasuk memboikot produk pendukung Zionisme, jihad tulisan, dan kontribusi lainnya, termasuk doa. Insya Allah, kemenangan berada di tangan kita”, ujarnya.
III.          Rabithah Dirikan Pusat Pembela Nabi di Turki
Selain akan membela Nabi, kantor ini juga akan berfungsi menggalang dukungan melawan penyebaran kebencian terhadap Islam Sejumlah organisasi Islam mengambil bagian dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) baru-baru ini untuk mengkoordinasikan upaya mendukung Nabi Muhammad terhadap kampanye negatif.
Abdullah al-Turki, Sekretaris Jenderal Rabithah, memuji upaya organisasi-organisasi Islam dalam membela Nabi Muhammad dengan menerbitkan buku-buku tentang kehidupan dan pesan, serta menyelenggarakan seminar dan konferensi. “Menyebarkan Islam adalah kewajiban setiap Muslim dan hal ini membutuhkan pengetahuan yang tepat tentang Al-Quran dan Sunnah”, katanya. la mendesak umat Islam untuk mempelajari kehidupan Nabi Muhammad dan ajarannya. Ini akan memberikan gambaran tentang kehidupan Nabi Muhammad dan mendorong mereka untuk membelanya. tambahnya.
Menurut al-Turki, Rabithah juga melakukan upaya bela Nabi dan telah mendirikan pusat internasional untuk ini. " Kami telah melakukan sejumlah proyek untuk mewujudkan tujuan itu. “Dia juga mendesak organisasi-organisasi Muslim untuk mengkoordinasikan langkah itu dalam bentuk berbagai program, seperti seminar, konferensi, dan pameran. Menurut Adel al-Shiddi, pejabat Rabithah, mengajak semua pihak membentuk forum bersama. Forum nantinya akan didirikan di pusat-pusat media di Barat untuk kampanye antipenodaan Nabi dan aktif menjawab pertanyaan mereka dengan baik. Forum juga menyerukan survei opini publik tentang Nabi.
Suleiman al-Batahi, wakil dari Komite Internasional untuk Dukungan Nabi menyerukan pengorganisasian program khusus di ibukota negara-negara Barat untuk tujuan tersebut. Dia juga terpanggil untuk mendirikan kantor-kantor hukum untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang menodai Nabi. Kantor-kantor ini juga dapat menggalang dukungan untuk melawan penyebaran kebencian terhadap Islam. Hassan Ahdal, Direktur Umum Urusan Media dan Budaya Rabithah, menekankan pentingnya mendirikan pusat khusus untuk memonitor serangan media terhadap Nabi dan memberikan jawaban yang sesuai.[2]
IV.       Rabithah Alam Islami Menyelenggarakan Seminar Tentang Jihad dan Terorisme.[3]
Pada seminar Rabithah Alam Islami yang diselengarakan di Makkah atas prakarsa raja Fahd bin Abdul Aziz, tercetus bayan Makkah yang mendefinisikan terorisme dengan perbuatan teror yang dilakukan oleh individu atau kelompok atau negara secara zhalim kepada manusia, pada agamanya, darahnya, akalnya, hartanya dan kehormatannya. Tercakup di dalamnya berbagai bentuk teror, gangguan, ancaman dan pembunuhan tanpa hak serta berbagai tindakan anarkis lainnya dengan tujuan menebar ketakutan di tengah manusia dan ancaman terhadap kehidupan atau keamanan”. Semua ini masuk di dalam perbuatan merusak di muka bumi yang dilarang oleh Ailah di dalam firman-Nya :

“…….dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS. Al-Qashas : 77)
Allah telah memberikan balasan yang keras terhadap aksi terorisme dan tindakan anarkis dan menggolongkan tindakan tersebut sebagai perang terhadap Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman :

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipoiong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. ( QS. Al-Maidah : 33 )
Hasil seminar menegaskan diantara contoh teror negara adalah yang dilakukan oleh kaum yahudi terhadap Palestina dan Serbia terhadap Bosnia, Herzegovina dan Kosovo. Ini adalah teror yang paling berbahaya terhadap keamanan dan kedamaian dunia. Perlawanan terhadap tindakan teror ini termasuk upaya membela diri dan jihad di jalan Allah.
Syubhat dan Bantahannya
Sebagian   orang   barat   dan   orang-orang   yang   terpengaruh   dengan   budaya   barat
mengidentikkan Islam dengan kekerasan dan anarkisme, menyebarkan islam dengan
pedang dan menggunakan  cara-cara paksaan  untuk masuk  Islam.  Mereka berusaha
memaksakan jihad ke dalam jenis aksi teror. Sementara kaum ekstrimis khawarij. orang-orang yang keras lagi bodoh. me-labeli aksi teror mereka dengan jihad.
Bantahan 1
Musuh-musuh Islam dengan media mereka terus berbuat makar untuk dengan memberikan kesan buruk pada citra Islam untuk menjauhkan manusia darinya. Mereka kesankan orang berjenggot dan berjubah sebagai teroris. Wanita bercadar atau berhijab sebagai teroris. Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang panjang dan lebat jenggotnya dan memerintahkan umatnya untuk memeliharanya. Para shahabat wanita di zaman beliau menggunakan hijab untuk menutupi aurat-aurat mereka..[4]
Bantahan 2
Sementara kaum khawarij yang bodoh itu sebagaimana yang telah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sabdakan, telah membuat citra buruk juga terhadap Islam. Tidak jauh dari kemungkinan bahwa mereka dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam dalam upaya mereka untuk mencoreng citra Islam juga.
Islam Adalah Rahmat Bagi Alam, Sesungguhnya Islam tegak diatas dakwah dengan cara yang bijak, nasehat yang baik, mengajak dan menyeru kepada kedamaian, sebab kata Islam itu berasal dari kata As-Salam yang berarti kedamaian dan keselamatan.

*   Jihad serta tinjauan syariatnya.
Definisi Jihad secara bahasa adalah masyaqqah. Menurut syariat adalah mencurahkan segenap kemampuan untuk mendapatkan kecintaan Allah dan menolak apa-apa yang dibenci-Nya.[5] Tujuan Jihad adalah Meninggikan kalimatullah di muka bumi. Tidak ada sama sekali tujuan untuk meraih materi semata. Jihad bertujuan untuk memelihara kehormatan jiwa, harta dan kehormatan.
Jihad di dalam Islam disyariatkan untuk menyebarkan Islam, membela kebenaran, menolak kezhaliman, menetapkan keadilan, kedamaian dan keamanan dan merealisasikan tujuan diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai rahmat bagi seluruh alam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dan mengeluarkan mereka dari peribadahan kepada hamba kepada peribadahan kepada Allah semata. Terdapat banyak dalil dari Al Quran, As-Sunnah dan Ijma' yang memerintahkan, menganjurkan dan memotivasi seseorang untuk berjihad.
Motivasi
Jihad adalah puncak tertinggi agama Islam dan kedudukan orang-orang yang berjihad sangat tinggi di dunia dan akhirat. Adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam orang yang telah menjalani jihad dengan berbagai macamnya. Beliau berjihad di jalan Allah dengan hati, lisan, dan tangannya. Oleh sebab itu beliau adalah manusia yang paling banyak di puji dan yang paling agung kedudukannya di sisi Allah.[6]

Tingkatan jihad
Pertama : Jihadun-nafs. (Jihad melawan hawa nafsu)
Caranya :
(1).       Menggembleng dan menempa diri untuk belajar agama dan petunjuk yang benar, dimana tidak ada kebahagiaan di dunia dan akhirat melainkan dengannya.
(2).          Bersungguh-sungguh dalam mengamalkan ilmu agama yang telah dipelajarinya. Ilmu tanpa amal adalah ilmu yang tidak bermanfaat.
(3).       Bersungguh-sungguh dalam mendakwahkannya, menyampaikannya kepada orang yang belum tahu.
(4).       Berusaha semaksimal mungkin untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan dakwah dan berbagai rintangan.

Kedua : Jihad melawan setan. Caranya :
(1).       Bersungguh-sungguh untuk melawan syubhat dan keraguan yang dilemparkan setan dengan senjata ilmu dan keyakinan.
(2).       Bersungguh dalam melawan syahwat yang dihembuskan setan dengan senjata kesabaran.
Ketiga : Jihad melawan tokoh bidah, kezhaliman dan kemunkaran :
Caranya :
Dengan kekuatan jika rnampu. Jika tidak, maka dengan lisan. Dan jika tidak mampu maka dengan hati.
Keempat : Jihad melawan kaum kuffar dan orang-orang munafik.
Caranya :
Dengan hati, lisan, harta dan jiwa.

Hukum jihad melawan orang-orang kafir.
Hukumnya adalah fardhu kifayah dengan bekal ilmu dan kemampuan, jika ada yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban atas yang lain. Dan jika tidak ada yang melaksanakannya maka berdosalah seluruhnya.

Hukum jihad berubah menjadi fardhu ain dalam tiga keadaan :
1 .        Apabila dua pasukan saling berhadapan, berdasarkan firman Allah :
`tBur öNÎgÏj9uqム7Í´tBöqtƒ ÿ¼çntçߊ žwÎ) $]ùÌhystGãB @A$tGÉ)Ïj9 ÷rr& #¸ÉiystGãB 4n<Î) 7pt¤Ïù ôs)sù uä!$t 5=ŸÒtóÎ šÆÏiB «!$# çm1urù'tBur ãN¨Yygy_ ( š[ø©Îur 玍ÅÁpRùQ$# ÇÊÏÈ  
Artinya : Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.(QS. Al-Anfal : 16)

2.         Jika musuh telah memasuki daerah muslimin dan mengepungnya.
3.         Jika kepala negara memerintahkan rakyatnya secara umum atau sekelompok pasukan tertentu, berdasarkan perintah Allah :

Program Kesepuluh
Program kesepuluh ini dinamakan “Qornun”, dalam istilah Freemasonry :
Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebagainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan.
Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freemasonry
Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemuidan pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya.
Dari data-data tersebut kita lihat bahwa begitu mendunianya program-program Freemasonry, Rabithah Alam Islami sebagai salah satu organisasi Dakwah Islam Dunia yang menandingi sekaligus berusaha untuk membendung program-program yahudi tersebut. Karena Allah SWT memerintahkan kita untuk mengadakan upaya program tandingan Tansiq yaitu penyatuan hati umat islam. Dalam hal ini Ulama Islam sebagai pemegang amanah Para Rosul harus mulai bersatu dan bahu - membahu dalam memperjuangkan islam dengan jiwa dan raganya demi membela agama Allah dimuka bumi ini serta meraih ridha-Nya. Dengan begitu insya Allah program-program mereka dapat dihancurkan.
Daftar Pustaka    

www. Scribd. Com//fatwa rabithah alam islami
suara merdeka.eom// rabithah alam islami - dialog lintas agama di jenevva
blog. Aldonas.eom//10 program- internasinal-freemasonry
blog. Re.or.id > organisasi.


[1] .            Rabithah Alam Islami merupakan organisasi dakwah islam internasional yang bermarkas di Riyad. Arab Saudi. Muhammad Nasir mantan perdana menteri Indonesia di masa Presiden Sukarno. pernah menjadi Presiden Rabhitah Alam Islami. ( http :// rn.suaramerdeka.com )

[2] .             Demikian    sepeni    diberilakan    harian    Arab    News    edisi     Kamis.     14    Januari    2010. [ihjAvww.hidayatul lah.com
[3] .            Kata terorisme ternyaia memiliki makna yang banyak. Kata ini teringkas dalam em pat makna : Pertama. Ghulm (tindakan melampaui batas). Syaikhui Islam Ibnu Taimiyyah mendefinisikan ghuluw dengan tindakan yang melampaui batas dalam memuji. mencela dan sebagainya. Kedua. AI Baghyu (pemberontakan). Ibnu Abidin dalam hasyiyahnya mendefinisikannya dengan suatu kaum yang memiliki kekuatan. melakukan konsolidasi dan berusaha mengkudeta pemerintah dengan persepsi bahwa mereka diatas kebenaran serta mengklaim memiliki wilayah kekuasaan. Ketiga. Khcnrarij. An-Nawawi dalam raudhatuth-thalibin mendefinisikannya dengan suatu kelompok ahlul bidah yang berkeyakinan bahwa peiaku dosa besar kafir dan kekal di neraka. Denganma mereka mencela pemerintah. tidak mau shalat jumat dan berjamaah bersama mereka.Keempat. Al Hirabah (tindakan anarkis). Ibnu Abdil Barr dalam Al Kafi mendefinisikannya dengan setiap orang yang melakukan kejahatan perampokan. teror dan bertindak anarkis di muka bumi dengan cara mengambil harta. menumpahkan darah dan melanggar apa-apa yang diharamkan Allah untuk dilanggar.( Ibnu Qudamah. Al-Mughm. him. 158 )

[4] .            Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata : Allah memerintahkan kepada istri-istri orang-orang yang beriman. jika mereka keluar dari rumah-rumah mereka untuk suatu keperluan. hendaknya menutupi wajah-wajah mereka dengan jilbab-jilbab mereka yang pakai mulai dari atas kepala-kepala mereka. ( Tqfsir Ibnu Katsir ).
[5] .             Majmn Fala\va Ibnu Taimiyyah : Juz 10, hlm!91 "
[6] .            http://vvww.darussalat'.or.id/stories.php?id= 1569

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar